Sunday, April 19, 2009

EDUCATION STRATEGY : Persepsi Politik Yang Tidak Setengah-setengah

Melihat perkembangan Muhammadiyah dikota Tarakan, dari pengalaman saya yang beberapa kali berkunjung dikompleks mereka, jelas sekali terlihat kemajuan dakwah rekan-rekan disana yang didukung banyak lini. Dukungan sumber daya manusia, profesionalisme keanggotaan dan pengkaderan, dan yang paling menonjol adalah dukungan anggota DPRD dari PAN. Beberapa rekan disana pernah memberitahukan dukungan dari Aleg PAN yang memang terdiri dari kader-kader Muhammadiyah, sangat membantu terutama dukungan finansial. Tidak heran jika fasilitas amal usaha Muhammadiyah di Tarakan lumayan lengkap, contoh kecil saja sekolah SMA Muhammadiyah 1 Tarakan yang telah menjadi sekolah favorit warga Tarakan. Dukungan Aleg PAN juga tidak hanya pada Muhammadiyah dan Amal Usahanya saja, tetapi pada Organisasi Otonom Muhammadiyah seperti IMM, IPM, Tapak Suci, 'Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul 'Aisyiyah. Tidak masuk akal memang jika proses dakwah Muhammadiyah di Tarakan, terutama masuknya kader mereka menjadi anggota DPRD, tanpa melalui dukungan penuh dan menyeluruh dari pengurus dan pimpinan Muhammadiyah, Organisasi Otonom-nya, serta seluruh anggota dan simpatisan. Dukungan penuh dan 'tahu diri' itulah yang menghasilkan balasan yang diharapkan juga, ibarat konsep teori sederhana 'Sebab-Akibat'.


KONTRAS DI NUNUKAN.
Begitu juga ketika dukungannya justru setengah-setengah, apalagi jika dibiarkan pecah dengan alasan yang tidak STRATEGIS. Terpecahnya dukungan akibatnya tidak pernah menguntungkan malah merugikan diri sendiri. Dalam hal Pemilu DPRD, tidak ada namanya kepastian berdasarkan dugaan, apalagi jika tidak memiliki data Real lapangan yang mendukung dugaan. Politik adalah dimana kepentingan selaras dengan prioritas yang terkecil dahulu, bukan kepentingan dan prioritas terbesar, apalagi jika tidak memiliki pondasi untuk menopang yang besar, tidak mengerti politik dan Syiyasah. Lebih-lebih lagi jika ngotot merasa tidak bersalah dan merasa dugaannya sudah tepat tapi masih mencari kambing hitam untuk dijadikan alasan, tidak bertanggung jawab.

Butuh pengajaran dan kritik untuk menyadari teori Sebab-Akibat, lebih-lebih lagi jika harus bersentuhan dengan medan politik yang selalu ada intrik strategis yang menghantam salah satu pihak. Tidak peduli apakah pihak lain terpecah dengan Vote-getter yang penting bisa jadi anggota DPRD rakus jabatan. Banyak pihak (termasuk saya) yang alergi dengan kepentingan Parpol luar yang merusak kepentingan organisasi.

0 komentar: